Pembentukan mahasiswa Sosiologi Agama Arastamar berlangsung utuh: ibadah dan pembinaan rohani, organisasi kemahasiswaan, praktik pelayanan di gereja dan kampung, hingga pendampingan menuju dunia pelayanan setelah lulus.
Mahasiswa semester akhir turun ke kampung dan jemaat mitra di wilayah Jayawijaya dan Papua Pegunungan untuk melakukan pengamatan, wawancara, dan pencatatan data sosial, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan.
Ibadah kampus, mentoring, dan kehidupan berasrama membentuk disiplin rohani dan karakter pelayan yang setia, sejalan dengan semboyan Wahyu 2:10b yang tertulis pada logo institusi.
Badan Eksekutif Mahasiswa dan persekutuan prodi menjadi wadah melatih kepemimpinan, penatalayanan acara, musik gerejawi, dan kepanitiaan kegiatan kampus.
[Isi dengan prestasi nyata mahasiswa prodi: lomba karya ilmiah, olimpiade guru, paduan suara, beasiswa, dan lainnya, lengkap dengan tahun perolehan.]
Para lulusan STT Arastamar Wamena kini tersebar sebagai peneliti, pendamping masyarakat, aparatur sipil negara, dan pelayan gereja di Kabupaten Jayawijaya dan kabupaten-kabupaten pegunungan tengah Papua. Data alumni dan hasil tracer study prodi didokumentasikan sebagai bagian dari Kriteria 9 pada pangkalan dokumen mutu prodi.